Setelah diributkan dan dipusingkan dengan pertanyaan paling norak sedunia; jadi, cinta itu apa. Sekarang timbul lagi, kalau teman itu apa ?

Bahkan hubungan pertemanan nggak kalah rumit. Gue ngga yakin, lo bisa dengan santai tolol-tololan, ngejek-ngejek, ketawa-ketawa bikin ribut, ngobrol seru sampe pagi dengan semua orang yang lo kenal secara random. Pasti cuma beberapa di antaranya yang bisa segitu klop sama lo. Alhamdulillah bagi yang memiliki beberapa. Sebagian, punya satu saja tidak. So, teman itu apa ? 

Gue suka menyesali pikiran negatif gue akan seseorang. Udah nggak butuh, so we’re not friends anymore. Itu sih yang gue rasakan. Jadi…teman itu apa ?

Ah bodoh mungkin. Berlebihan. Berlebihan, Han.

Jangan lupain teman yang lain. Entah benar apa tidak, mereka yang bersikap dengan tulus (setidaknya, gue merasakan itu). Teman dengan tujuan berteman. Bukan ingin ini atau itu. Bukan khawatir akan ini atau itu. Bukan dengan tujuan ini atau itu. 

Bukan berarti gue menyesal dan ingin memutuskan silaturahmi. Hanya saja ekspetasi gue sangat lain dengan apa yang terjadi. Guenya yang gr mungkin…

Kurang baik apa coba gue sama lo ? hahahaha

Cheers. 



Lama2 org males romantis karena entar disebut galau. Males peduli takut disebut kepo. Males mendetil takut dibilang rempong. Juga, lama2 generasi mendatang males berpendapat takut dikira curhat. Males mengubah2 point of view dlm debat takut dibilang labil.
Sudjiwo Tedjo (via limapuluhrebuan)


Rindu kepala diusap, bahu direngkuh, punggung disenderi. Senyum dibagi, berlari.



Ngga mudah buat gue untuk begitu aja ceritain tentang masalah gue, atau apa yang gue alami. Bukan, bukannya karena gue tidak suka, belum nemu posisi nyamannya aja. 

“Lo tuh pemilih banget, Han”



I hate that jealous feeling



Males turun ke bawah krn ramai. Padahal laperrrr….

Ahh cemenus bangetus



Dan yang paling canggih untuk mengalihkan pikiran, adalah menjadi sibuk sesibuk mungkin.

Makin ngga jelas, banget. Bahkan bertanyapun tidak. Padahal dengan bertanya menunjukan kalau kamu masih peduli. Bukan. Masih bisa kan bedain yang mana peduli yang mana kepo ?

Buat apa sih masih pakai baju yang udah compang camping gini. Retsleting macet, kerahnya ketekuk-tekuk, kancingnya tidak lagi lengkap, robek di bagian ketiak, bahkan jahitannya sudah banyak yang lepas. Kenapa masih aja di pakai ? Apa yang bisa diharapkan dari kondisi kaya gini ?

Kalau kata temen…mengenaskan. Ya memang mengenaskan. Makanya gue lebih memilih untuk diam. Mungkin maksudnya bercanda, mau bikin ketawa mungkin. Bikin yang lain tertawa sih mungkin. 

Ngga bisa selamanya yang busuk ini diumpetin. Seolah-olah nggak terjadi apapun.

Ngga bisa.





http://laughsperminute.blogspot.com/2012/05/perkusik-perkusi-asik-d.html

:D



“One band, one sound”

Nggak main-main sama quote ini. Satu pusing, semua pusing. Satu bahagia, semua bahagia. 

Pasukan punya PR masing-masing sebagai aplikator. Pengurus, pelatih serta pemberi materi, juga punya PR besar masing-masing yang ngga kalah serunya. Kita masing-masing punya peran di sini. Daripada dianggap beban, bagaimana jika dikonversi menjadi tantangan ? Toh, hidup yang gitu-gitu aja mana ada rasanya.

Biar hari senin suka kesiangan, atau kejar-kejaran sama deadline yang tiada akhirnya.

Bigbearhug buat kalian semua !



Yaa emang bener, eh mungkin nggak semua sih, yang bikin lama pulang abis latihan yaaa lalalalala abis latihannya. :)

Bisa jadi karena emang mau tambahan ngejar target, atau duduk melingkar dengan dahi yang berkerut-kerut, dengan beberapa mata dan hidung yang merah habis nangis, dengan perasaan lega campur aduk…atau dengan riang gembira, bahkan matamu saja tersenyum lebar, terbahak-bahak sambil membahagiakan satu sama lain, seakan tidak ada puasnya…atau berbondong-bondong ngumpul di tempat makan, reributan sambil isi perut yang kelaparan.

Seneng, Han ?

Banget !